H1N1 YANG SEDANG MENGGUNCANG DUNIA

Enam tahun yang lalu dunia telah dihebohkan dengan kemunculan virus influenza pada unggas, yaitu avian influenza (AI) subtipe H5N1. Dan sekarang dunia digemparkan lagi dengan kemunculan virus influenza subtipe H1N1 yang menginfeksi manusia. Kasus ini pertama kali dilaporkan terjadi di United State (US) dimana 7 orang (5 orang di California, 2 orang di Texas) telah terinfeksi virus ini. Kasus infeksi tersebut ditunjukkan dengan gejala menyerupai sakit flu (Influenza-like illness = ILI) ringan.

Kasus ILI ini sebenarnya lebih awal terjadi di Mexico, sejak 18 Maret 2009, dimana 854 orang mengalami pneumonia dan 59 orang diantaranya meninggal. Di San Luis Potasi Mexico Tengah juga terjadi sebanyak 24 kasus dengan jumlah yang meninggal 3 orang. Selain itu, 4 orang juga terjangkit gejala yang sama di Mexicali namun tidak ada korban yang meninggal. Setelah dianalisis di laboratorium dapat diketahui bahwa 18 kasus influenza tersebut disebabkan oleh virus H1N1.

Mekanisme penularannya belum diketahui secara pasti. Badan kesehatan dunia (World Health Organization = WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa H1N1 bisa menjadi pandemik (kasus penyakit yang menyebar dalam wilayah yang luas, antar negara dan benua) flu dunia (worldwide flu pandemic).

Kamis, 11 Juni 2009, Dr Margaret Chan selaku Direktor-General WHO mengumumkan bahwa saat ini H1N1 telah menjadi pandemik di dunia. Berdasarkan up date per 24 Juni 2009, virus H1N1 telah menginfeksi 55.867 orang yang tersebar di 103 negara dimana 238 orang diantaranya meninggal dunia (www.who.int).

H1N1, Virus Influenza Seperti Apa?

H1N1 merupakan salah satu subtipe virus influenza A. Seperti halnya H5N1, H1N1 termasuk dalam family orthomyxoviridae. H1N1 lebih dikenal masyarakat awam sebagai swine influenza (flu babi), meskipun kenyataannya H1N1 juga dapat ditemukan pada ayam maupun manusia.

Struktur virus H1N1

Pada manusia, H1N1 umumnya mengakibatkan sakit menyerupai flu (influenza-like illness) dan flu musiman (seosonal influenza). Bahkan ada strain H1N1 yang bersifat endemik, termasuk penyebab pandemik pada tahun 1918 (flu Spanyol) yang telah menewaskan 50-100 juta orang di dunia.

Karakteristik H1N1 antara lain mudah bermutasi atau mengubah tingkat keganasan virus (meningkatkan atau melemahkan) dan akan mati saat terkena sabun, desinfektan, sinar matahari maupun panas (65oC selama 5 menit atau 80oC selama 1 menit).

Saat ini penularan H1N1 telah terjadi antar manusia, manusia yang sakit menularkan pada manusia yang sehat. Penularan ini bisa melalui udara pernapasan yang tercemar (terkontaminasi) maupun via mucus (lendir).

Babi dan Virus H1N1

Babi merupakan hewan yang memiliki 2 reseptor, yaitu 2,3-galactose linkage (reseptor pada unggas) dan 2,6-galactose linkage (reseptor pada manusia). Adanya 2 reseptor ini menjadikan babi sebagai “mixing vessel” atau tempat pencampuran strain atau serotipe virus influenza sehingga menghasilkan strain atau serotipe baru.

Influenza pada babi biasanya disebabkan oleh H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 dan H2N3. Namun serotipe yang sering menyebabkan flu pada babi adalah H1N1, H3N2 dan H1N2. Hanya saja karena babi bisa berperan sebagai “mixing vessel” maka dalam tubuh babi dapat tercampur berbagai serotipe virus influenza dari unggas, manusia maupun babi sendiri.

Saat Manusia Terinfeksi H1N1

Gejala klinis manusia yang terinfeksi H1N1 yaitu bersin, batuk, radang tenggorokan, demam hingga mencapai 37,7oC, muntah dan mual. Selain itu juga menyebabkan kelelahan akibat dihasilkannya cytokines dan chemokines (interferon) dalam jumlah berlebihan oleh sel yang terinfeksi virus influenza.

Kerusakan organ pernapasan akibat infeksi H1N1 dan H5N1

H1N1 akan lebih mudah ditularkan karena virus terdapat di saluran pernapasan atas, sedangkan serangan H5N1 mengakibatkan kerusakan di paru-paru yang lebih parah namun relatif sulit ditularkan.

Pencegahan dan Penanganan

Anak-anak, orang tua, orang yang menderita asma, diabetes dan jantung memiliki resiko tinggi terinfeksi virus influenza (H1N1). Langkah pencegahan penularan virus H1N1 yaitu :

  • Meminimalkan kontak dengan orang yang telah terinfeksi. Ini bisa juga dilakukan dengan mengisolasi orang yang telah terinfeksi. Selain itu, minimalkan berpergian ke daerah atau negara dengan kasus infeksi yang tinggi

  • Memakai masker (tipe N-95). Masker ini hendaknya dicuci secara periodik, misalnya setiap sehari sekali

  • Menerapkan pola hidup sehat : mencuci tangan dengan sabun atau gel antiseptik sebelum makan dan setelah keluar rumah

  • Menjaga kebersihan tempat tinggal kita dengan melakukan pembersihan secara teratur. Jika diperlukan dapat dilakukan penyemprotan dengan Medisep

  • Menjaga stamina tubuh tetap fit : makan makanan bergizi dan teratur, olah raga dan mengkonsumsi vitamin jika perlu

  • Vaksinasi juga menjadi salah satu upaya mencegah penyakit ini dan hal ini pernah dilakukan pada masa sebelumnya.

H1N1 telah menjadi pandemik, sikap waspada dan menjaga pola hidup sehat merupakan langkah tepat pencegahan kasus ini.


Info Medion Edisi Juli 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s